ALASAN MASUK DEPARTEMEN KIMIA

November 26, 2010 - 11:59 am 3 Comments

Kimia pelajaran semacam apakah itu??? Apakah kimia itu susah??? Itulah pertanyaan yang terlintas dalam pikiran saya saat pelajaran kimia ada dalam kurikulum. Saya teringat perama kali belajar kimia, guru kimia SMP saya mengatakan banyak siswa yang mengeluh bahwa belajar kimia sangat susah. Di antara beberapa keluhan adalah; saya tidak cukup cerdas untuk belajar kimia, saya tidak dapat mengikuti jalan pikiran kimiawan, saya takut gagal di mata pelajaran kimia, ingatan saya tidak cukup kuat untuk mengingat rumus kimia dan fakta kimia. Guru kimia sekaligus inspirator bagi saya berpesan hal yang harus pertama kali diubah justru pandangan-pandangan keliru tentang dirimu sendiri. Pertama kali kamu harus percaya bahwa kamu mampu belajar kimia. Kamu yakin bahwa kalau belajar dengan baik kamu akan sukses. Jadi, pada dasarnya belajar kimia tidak  berbeda dengan belajar pelajaran lain. Hal yang sangat diperlukan adalah tekad dan keyakina kuat kalau kamu bekerja dengan baik kamu akan sukses. Setelah tekad dan keyakinan ada, barulah kamu perlu tahu beberapa kiat untuk mendapatkan pelajaran keterampilan kimia dengan cara berlatih, tidak cukup dengan membaca teorinya saja tanpa pernah memperaktikannya dalam kehidupan. Setelah masuk pelajarannya, hohoy…..ternyata pelajaran kimia diajak untuk melihat alam sekitar, pengertian Ilmu kimia adalah ilmu pengetahuan tentang unsur-unsur dan cara unsur-unsur tersebut bergabung membentuk senyawa (referensi1. http://id.shvoong.com/exact-sciences/1957922-pengertian-kimia-dan-unsur..) Penggembaraan pertama dimulai dari mengenal unsur-unsur yang terdapat di perut bumi. Wow!!!  Itulah kesan pertama saya saat belajar kimia, ternyata banyak sekali unsur-unsur kimia yang dekat sekali dengan kehidupan kita. Sejak itulah saya mulai senang pelajaran kimia.

Setelah lulus SMP, saya ingin masuk sekolah kejuruan Kimia Analisis tetapi orang tua saya tidak setuju dengan alasan jaraknya jauh dari tempat tinggal saya. Akhirnya saya di daftarkan ke sekolah Madrasah Aliyah Negeri, alasannya supaya mudah berangkat dan pulang sekolah bareng mama karena mama kerja di kantor sekolahan tersebut dan agar mendapatkan pelajaran agama yang lebih dari sekolah biasa. Huuufff sebenarnya saya gak senang masuk sekolah tersebut tapi apadaya seorang anak harus berbakti kepada kedua orangtuanya, mungkin dengan saya masuk sekolah tersebut bisa membahagiakan orang tua saya. Wah ternyata di SMU juga belajar kimia, saya jadi senang meskipun gak di sekolah kejuruan tapi saya masih bisa belajar kimia. Tapi setelah mulai belajar kimia di SMA saya mulai gak senang karena gurunya gak asik banget sering ngebanding-bandingin muridnya sama murid kesayangannya,,uuuhhh sebel banget dah beda banget sama guru SMP saya yang selalu memberi motivasi saat pelajarannya. Saya teringat pesan mama gak ada gunanya membenci pelajaran kimia hanya karena  seorang pengajarnya.  Apalagi saya akan bertemu pelajaran kimia selama tiga tahun dengan guru yang sama karena hanya beliau satu-satunya guru kimia yang ada di SMA saya. Saya jadi teringat sebuah ayat Qur’an yang pernah dipelajari pada pelajaran Qur’an Hadits dan sekarang saya memperolehnya kembali di salah satu situs: “Dan mungkin kamu membenci sesuatu yang lebih baik bagi kamu, dan mungkin kamu menyukai sesuatu yang lebih buruk bagi kamu; Allah mengetahui, dan kamu tidak mengetahui.” Al-Baqarah ayat 216.
Yang intinya ingin mengingatkan kita bahwa ada hal-hal yang kita tidak sukai karena sesuatu alasan padahal hal itu adalah sesuatu yang baik bagi kita, dan berguna nantinya. Demikian pula sebaliknya, ada hal yang kita sukai dan kejar-kejar padahal hal itu akan membawa ketidakbaikan buat kita.
Walaupun asbabun nuzul (penyebab turunnya) ayat ini dilatarbelakangi peristiwa tentang orang-orang yang ditegur oleh Allah karena tidak mau berangkat ke medan perang membela agama Allah, tapi kutipan ayat ini mampu memberikan nasehat dengan keadaan yang saya hadapi. Ternyata ketidaksukaan saya terhadap kimia  bukan hal yang baik bagi saya karena pelajarannya sangat saya butuhkan.
Dalam kehidupan ini memang ada banyak hal yang kita bisa mengerti setelah mengalaminya sendiri, walaupun hal itu mungkin sudah diperingatkan oleh orang tua, guru, atau orang sekitar kita. Tapi bagi Anda yang masih muda dan masih memiliki kesempatan yang banyak untuk memilih dalam hidup, ingatlah nasehat Allah di atas ketika akan membenci atau tidak suka dengan sesuatu hal. Janganlah pernah membenci sesuatu berlebihan karena bisa saja hal itu adalah hal yang baik dan suatu hari kelak akan anda butuhkan (referensi2. http://arifkurniawan.net/2010/07/nasehat-allah-kim… ). Saya mulai berusaha dan bertekad untuk menyenangi pelajaran kimia dengan tetap memperhatikan beliau menerangkan dan belajar dengan keras secara otoridak di rumah. Saya ingin membuktikan kalau saya pasti bisa dan harus bisa mendapatkan nilai yang baik di ujian nasional. Alhamdulillah pengumuman hasil nilai kimia saya gak jelek-jelek banget diatas rata-ratalah 8.

Saat mendaftar perguruan tinggi negeri (PTN) saya memilih jurusan yang berhubungan dengan bidang kimia karena saya ingin membuktikan kepada guru kimia saya kalau saya juga bisa jadi sarjana kimia dan setelah saya lulus bisa mengembangkan daerah yang membutuhkan tenaga ahli kimia untuk mengelola sumber daya alam yang ada dengan baik. Saat pendaftaran saya sempat kebingungan memilih teknik kimia, FMIPA Kimia, atau Fakultas keguruan kimia. Lalu saya mencoba mencari info-info tentang ketiga bidang kimia tersebut.   Fakultas keguruan dengan lulusan yang dapat mencetak guru-guru sesuai dengan bidang yang ditekuninya. Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu yang menyelidiki sifat dan struktur zat, serta interaksi antara materi-materi penyusun zat. Teknik kimia (chemical engineering) adalah  ilmu yang mempelajari rekayasa untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bisa digunakan untuk keperluan manusia, berlandaskan pengetahuan ilmu kimia (referensi 3. http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/kimia_mipa_vs_te…. ). Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik.
Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya. Tetapi, apakah lulusan ilmu kimia tidak bisa bekerja di bidang “milik” orang teknik kimia, dan sebaliknya? Tidak ada masalah. Kedua ilmu ini punya pijakan yang sama yaitu kimia. Lulusan ilmu kimia bisa saja bekerja di Bagian Produksi, dan lulusan teknik kimia bisa saja bekerja di laboratorium.
Hanya saja, setelah bekerja mereka perlu belajar lebih keras dibanding kalau mereka memilih jalur pekerjaan yang “normal”. Namun kalau mau belajar, ini bukan hal yang mustahil. Timbul pertanyaan, kalau kita mengambil pekerjaan yang “tidak sesuai” dengan kuliah kita, bukankah ilmu kita sia-sia?
Tidak juga. Toh waktu kuliah kita akan belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis, bagaimana berpikir dengan logis, bagaimana menghadapi bermacam-macam orang, dan bagaimana berdiplomasi. Ini semuanya adalah ilmu yang sangat penting dalam pekerjaan dan berlaku secara universal, tidak bergantung pada apa jenis pekerjaannya (referensi 4.http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/tips_dan_opini/kimia_mipa_vs_te…. )
Dengan mempertimbangkan hal tersebut pada saat saya mendaftar PTN, pertama di ITB dengan pilihan pertama Teknik Kimia dan pilihan kedua MIPA Kimia, melalui jalur ujian mandiri ITB. Lalu saya juga mendaftar di UGM dengan pilihan pertama Teknik Kimia, pilihan kedua MIPA Kimia, dan pilihan ketiga FKIP Kimia melalui jalur ujian tertulis. Ujian mandiri ITB dan ujian tertulis UGM sudah dilalui tinggal menunggu hasil pengumuman, tiba-tiba perusahaan beasiswa saya mendapatkan surat dari IPB tentang seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur BUD. Saya mencoba mengikuti seleksi berkas masuk IPB dengan mengisi formulir yang telah disediakan dan melengkapi semua berkas yang dibutuhkan dengan mencantumkan pilihan pertama MIPA Kimia, pilihan kedua Agronomi dan Hortikultura, dan pilihan ketiga pilihan IPB. Beberapa minggu kemudian penguman hasil penerimaan mahasisawa baru IPB keluar, wah saya kaget gak nyangka cepet banget padahal hasil tes ITB dan UGM yang pertama kali saya daftar saja belum keluar hasilnya. Alhmdulillah saya diumumkan keterima masuk IPB jurusan MIPA Kimia. Wah saya senang banget. Dua minggu setelah pengumuman tersebut saya berangkat dari daerah asal saya yaitu Bontang, Kalimantan Timur menuju Bogor, Jawa Barat. Wah jujur saya gak pernah terbayang dalam pikiran saya bisa masuk IPB dan kuliah di Bogor. Ya ini adalah takdir terbaik yang diberikan Allah untuk saya bisa masuk di jurusan yang saya inginkan yaitu kimia dan terwujudnya cita-cita saya salah satunya bisa menginjakkan kaki di luar pulau Kalimantan. Ini merupakan  langkah awal dari cita-cita saya bisa mengelilingi Indonesia dan dunia. Semoga saya bisa sukses dan meraih semua impian serta kembali ke daerah asal untuk memajukan daerah asal saya pada khususnya dan memajukan Negara Republik Indonesia pada umumnya,,,AMIN. Selamat berjuang TRI JUNIARTI,  kamu PASTI BISA MENJADI YANG TERBAIK,,AMIN.

.

3 Responses to “ALASAN MASUK DEPARTEMEN KIMIA”

  1. FEBRINA MIHARTI Says:

    Trijune, mari kita bersatu memajukan kimia..

  2. MEYLINDA PUTRI N FADILLAH Says:

    cieeee…………………..

    anakx guru kimia ni…hahahahahaha

    mantap dah……

  3. SITY ADHITIA SARMAN SITY ADHITIA SARMAN Says:

    triiiii….
    keren deh artikel muh :)
    jdi nambah semangat di kimia nih krna baca artikel mu,
    hhha

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.